Langsung ke konten utama

Aceh Mendapat Peringkat baru termiskin di Nasional?


 

Depan Gedung Gubernur Aceh

Oleh : Mulia Yuna Safani, Mahasiswa KPI UIN Ar-Raniry

PMO-Dikutip dari serambi pada hari senin, 13 juni 2022. Lukman Hakim, Salah satu mahasiswa UIN Ar-raniry,KPI  fakultas Dakwah dan Komunikasi menyampaikan beberapa hal tentang kemiskinan yang ada di Aceh dan di update atau diposting di media online Serambi, ” Aceh Juara Miskin Lagi, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab”. Aceh menduduki peringkat miskin ke enam pada tahun 2021, dan hal ini dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan pada tahun 2022 dikejutkan Aceh menempati urutan ke lima atau bisa dikatakan bahwa pada tahun lalu yaitu 2021 aceh mendapati juara harapan III nasional dan pada tahun 2022 naik satu tingkat yaitu harapan II nasional.

Dan hal ini sudah diakui bahwa Aceh berada pada peringkat teratas dalam hal kemiskinan. Sungguh miris dan sangat disayangkan, pejabat-pejabat di aceh seperti bidang eksekutif dan juga legislative tidak merasa terbeban dengan juara yang di raih oleh Aceh. Yang menjadi pertanyaan, kemana dana-dana tersebut?? .Aceh menjadi salah satu provinsi dengan pemasukan dana terbilang besar, dibandingkan dengan Medan tidak ada tandingannya.

Siapa kah yang akan bertanggung jawab akan hal ini??DPR kah? Atau Gubernur? Bupati?. Tentunya semua akan mengangkat tangan sembari berkata,” kami manusiawi, tidak luput dari salah”. Mahasiswa, rakyat biasa selalu bertanya-tanya tentang dana yang disalurkan oleh pemerintah Pusat ke Aceh itu kemana??mengapa Aceh selalu masuk ke lobang kemiskinan di tengah melimpahnya dana yang di alirkan olehPemerintah Pusat??

Rakyat Aceh yang seharusnya hidup dalam rumah yang layak, tapi hanya beralaskan tikar dan juga atap meria. Sedangkan pejabat yang elite, mobil mewah, sarapan pagi lezat, ke mana-mana dikawal dan disanjung oleh rakyat? Apakah tidak ada niatan untuk turun ke jalan melihat para pedagang anak-anak yang mana di usianya dia harus bersekolah dan bermain Bersama teman, harus berjuang untuk sesuap nasi. Pemilu besar-besaran baru turun untuk sekedar menghasut rakyat dengan sepotong kain sarung cap gajah duduk, hingga dapat duduk di kursi hangat Gedung besar, tapi saat rakyat berpendapat, berkomentar dianggap hanya angin lalu.

Siapa sangka bahwabsetiap tahunnya Aceh juga mendapat tambahan dana hingga mencapai 18 triliun. Sangat mengejutkan bukan, dengan sebanyak dana tersebut Aceh tidaklah pantas menduduki peringkat termiskin di Sumatera dan mendapat peringkat ke lima nasional miskin di Indonesia. Dana-dana tersebut dimiliki oleh Aceh yaitu penambahan bangunan khusus yang bersumber dari otonomi khusus ( Otsu), besaran dana otsu tersebut sekitaran 1-2 persen dari Dana  Alokasi Umum (DAU) Nasional. Ditambah lagi dengan dana APBN yang rutin dan juga dana hasil migas.

Ditambah dengan issu KIA Ladong atau disebut dengan Kawasan Industri Aceh, yang mana sekarang bisa diamati dan juga di perhatikan bahwa proyek KIA sekarang terlantar tidak sesuai dengan yang rencanakan. Tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan untuk KIA Ladong, anggaran yang dihabiskan mencapai hingga Rp. 154 Miliar dan sekarang hanya angan-angan belaka.

Semua ini akibat dari kelalaian ataupun ketidak seriusan pemerintah aceh dalam bidang ivestasi. Dari sinilah bermulanya pemikiran atau pandangan-pandangan buruk rakyat terhadap sistem pemerintahan di Aceh. Tidak hanya perihal kemiskinan , Pendidikan di Aceh juga sangat buruk.

Menurut saya, yang menjadi inti masalah dari jatuhnya peringkat termiskin Aceh di Sumatera , selain ketidak seriusan Sebagian pemerintah , ada satu hal yang jarang orang menganalisisnya yaitu pemborosan yang dilakukan oleh pemerintah aceh terhadap anggaran yang diberikan. Tidak perlu berpikir jauh, salah satu pemborosan yang jelas terlihat yaitu memberikan atau membeli mobil dinas ke setiap pejabat dan juga banyaknya SPPD keluar negri dan ini menjadi tidak sesuai atau tidak tepatnya sasaran anggaran tersebut. Saya berharap kepada pemerintah Aceh untuk  kedepannya demi memajukan Aceh banyak melakukan survey lapangan, dan juga jangan hanya memajukan kehidupan diri sendiri tapi juga rakyat aceh, tanpa suara rakyat aceh, mobil hitam mengkilat dengan nama fortune mungkin tidak akan pernah bisa anda miliki.

Bagi pejabat pemerintah sebagai tempat pengaduan masyarakat siapa lagi kalau bukan DPRA, untuk dapat memberikan apa yang dimiliki keahliannya oleh rakyat atau berpihak kepada keinginannya rakyat Aceh, agar tidak mubazir dan digunakan semestinya. Banyak sekali orang cerdas yang hanya bisa mengomentari dari jauh, dan menjadi rakyat biasa, begitu juga orang-orang bijak sangat ramai masih dan hanya bisa tersenyum melihat kebodohan yang dilakukan oleh pejabat-pejabat yang hanya ingin menyukseskan kehidupan sendiri. Jika tidak sanggup memajukan Aceh alangkah baiknya mundur saja, masih banyak orang-orang yang ikhlas,cerdas,bijaksana, dan juga Amanah bekerja untuk memajukan Aceh.

Jabatan bukanlah sebuah hal yang harus turun temurun seperti warisan, melainkan jabatan itu milik umat. Karena Amanah yang bapak tompang sekarang tidak hanya didunia diminta LPJ (Laporan penanggung jawab) tapi di akhirat sana pun akan di ungkit. 














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dakwah Melalui Media Online? Apakah Aplikasi Tiktok dan Instagram Termasuk penggunanya para pendakwah??

        Mulia yuna safani, mahasiswi Prodi KPI ,Uin Ar-raniry  Salah satu unsur dakwah yaitu adanya “ Washilah “ atau dikenal dengan Namanya media. Media ini sendiri digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada khalayak masyarakat. Media Online hadir sebagai bentuk sarana baru dalam menyampaikan dakwah .  Jika ada yang mempertanyakan, apakah harus melalui internet??bukannya Nabi Muhammad berdakwah sudah diajarkan didalam Alqur’an?? Dan para Ulama juga berdakwah hamper sama dengan ajaran nabi, naik mimbar, berseru dengan umat muslim ,lantas untuk apa melalui media online??  Zaman sekarang, yang mana penduduk bumi pada umumnya menggunakan alat komunikasi berupa handphone/gadget untuk bertukar kabar, menyampaikan informasi, ataupun melihat fenomena alam. Dilengkapi dengan adanya internet yang mampu menjangkau hingga ke ujung negara, baik berita dinegri sebrang atau pun informasi-informasi lainnya. Saat pertama kali Instagram hadir, b...